Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
Pondok Pesantrean Assalafiyah 1 Babakan Tipar Gelar Maulid Nabi, Jemaah Antusias Simak Tausiah Arjuna Muda

Posted by : Ponpes Assalafiyah 1

Ratusan jemaah antusias menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah 1 Kp. Babakan Tipar Desa Cimahi Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, pada Jumat malam (24/10/2025).

Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi dengan hadroh (lantunan syair pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW ) oleh para santri Assalafiyah 1, Tilawatil Quran dilantunkan oleh Ustadz Fikri Haikal (Qori Internasional) dan Tausiah oleh KH. Abdullah Arifin yang juga dikenal dengan Arjuna Muda.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah 1, KH. Lilip Abdul Kholiq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi sebagai bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dimana, mencintai nabi tidak terbatas dengan waktu.

“Maulid Nabi termasuk ibadah taufiqiyah yang tidak mebutuhkan waktu dan tidak terbatas oleh situasi serta kondisi apapun. Memperingati Maulid Nabi ini sebagai bentuk rasa cinta dan salah satu implementasi kita mengingat kemuliaan dan perjuangan Nabi besar Muhammad SAW,” ujarnya.

Kaifiyah diadakannya Maulid Nabi, menurut KH Lilip, tidak terbatas hanya mengingat-ngingat saja tetapi diisi dengan berkumpul bersilaturahmi, berdzikir, bersholawat, mendengarkan bacaan-bacaan ayat suci alquran dan mendengarkan mauidhoh para mubaligh.

KH Lilip Abdul Kholiq juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah dengan antusias mendukung terselenggaranya acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafiyah 1.

Sementara mubaligh KH. Abdullah Arifin dalam tausiahnya menguraikan pentingnya mengambil hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuan utama Maulid Nabi, ungkap KH Abdullah Arifin, agar bisa mengenal Nabi hingga muncul rasa cinta.

Dibagian lain, ia menjelaskan tentang Nur (cahaya ilahi) Muhammad yang diciptakan oleh Allah sebelum makhluk lainnya. Nur Muhammad merupakan asal mula penciptaan alam semesta dan menjadi sumbercahaya bagi para nabi dan rasulnya. 

“Dina Maulid Diba anu biasa dibaca termasuk ku para santri, anu isina kieu, dua rebu taun samemeh Allah nyiptakeun ieu jagat raya katut eusina Allah nyiptakeun nur-na kanjeng Nabi Muhammad SAW (dalam Maulid Diba yang biasa dibaca termasuk oleh para santri, yang isinya begini, dua ribu tahun sebelum Allah menciptakan jagat raya ini dan isinya Allah menciptakan Nur-nya Nabi Muahammad SAW),” ujarnya.

Lebih jauh mubaligh yang dikenal dengan sebutan Arjuna muda ini, menceritakan Nur Muhammad dengan sejarah pertemuan kedua orang tua nabi, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib (ayah nabi) dan Aminah binti Wahab (ibu nabi), hingga lahinya Nabi Muhammad SAW yang disertai dengan terjadi beberapa keajaiban dan keistimewaan.

Diakhir ceramahnya, Ia berpesan kepada jemaah yang hadir untuk selalu mengedepankan akhlak disamping mengamalkan ilmu. Akhlak yang baik merupakan pondasi agar ilmu dapat bermanfaat dan mendatangkan keberkahan. Akhlak yang mulia juga merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW. (Dien)